Menindaklanjuti pelaksanaan FGD di Padang (wilayah Barat) dan Balikpapan (wilayah Tengah) dalam rangka mendorong pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) di tahun 2014, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU menyelenggarakan Acara Focus Group Discussion (FGD) lanjutan di Makassar, Rabu (16/07/14).

Focus Group Discussion (FGD) ini merupakan tindak lanjut peminatan dari beberapa perusahaan anggota Corporate Forum for Community Development (CFCD) khususnya di wilayah Sulawesi yang berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya melalui program CSR,“ kata Dwityo A. Soeranto, Kasubdit Kerjasama Luar Negeri (KLN) Ditjen Cipta Karya mewakili Direktur Bina Program.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan, CSR Manager PT. Meares Sopotan Mining, PT. Telekomunikasi Indonesia, PT. Vale Indonesia dan PT Semen Tonasa, perwakilan dari Kabupaten/Kota (Bappeda dan Dinas PU) Kota Makassar, Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Luwu Timur dan Sekjen CFCD.

Dwityo mengungkapkan dengan terbatasnya pendanaan pemerintah baik melalui APBN atau APBD, maka diperlukan alternatif sumber pendanaan lainnya yang potensial, salah satunya adalah melalui kerjasama kemitraan multipihak melalui program CSR. Untuk itu, Kementerian PU berupaya mendorong partisipasi dunia usaha atau pihak swasta/BUMN untuk turut serta dalam pembangunan infrastruktur Cipta Karya di daerah yang menjadi wilayah kerja perusahaan melalui program CSR.

Sampai dengan akhir tahun 2013, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum  sudah memfasilitasi kerjasama program CSR dengan lima perusahaan dengan 8 Kabupaten/Kota senilai Rp 107 Milyar. “Diharapkan pada tahun 2014 akan semakin banyak lagi perusahaan yang berminat dan melakukan kerjasama dalam Pembangunan Infrastruktur Cipta Karya melalui Program CSR-nya,“ ungkap Dwityo. “Minggu lalu kami telah memfasilitasi penandatanganan kerjasama antara PT. Semen Padang dengan Pemerintah Kota Padang untuk penyaluran dana CSR bagi Pembangunan Infrastruktur Permukiman di Kota padang,“ tambahnya.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi dalam empat kelompok, masing-masing perwakilan dari Kabupaten/Kota menyampaikan usulan kegiatan yang potensial untuk dikerjasamakan melalui program CSR mengacu kepada dokumen RPIJM Kabupaten/Kota dan kemudian dilanjutkan dengan paparan dari perusahaan terkait kebijakan perusahaan dalam program CSR. Dalam FGD tersebut, dilakukan juga pembahasan konsep MOA (Perjanjian Kerjasama) yang akan menjadi dasar pelaksanaan kerjasama ini nantinya.

Pada akhir kegiatan, PT. Meares Sopotan Mining, PT. Telekomunikasi Indonesia, PT. Vale Indonesia. Dan PT Semen Tonasa menyatakan minatnya untuk membiayai program infrastruktur Bidang Cipta Karya khususnya yang  berada di wilayah operasionalnya. “Kesepakatan kerjasama ini akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama yang akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan berikutnya di masing-masing Kabupaten/Kota,” ungkap Dwityo.

Dwityo juga menjelaskan bahwa Ditjen Cipta Karya juga merencanakan melaksanakan FGD serupa untuk wilayah lainnya. “Beberapa perusahaan dari wilayah Papua juga telah menyatakan minatnya”, demikian Dwityo menjelaskan.(jm randal_sulsel/ari)