BALAI TEKNIK AIR MINUM
DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Daftar    Login   

Pelatihan Fasilitator Program Pamsimas Wujudkan Keberlanjutan Pemanfaatan SPAM

Pemerintah berkewajiban menyediakan akses aman air minum kepada rakyat. Karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong salah satu rencana strategis pada 2015- 2019 berupa ketersediaan akses aman air minum 100% dan 100% akses sanitasi layak untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Program yang menjadi bagian dari Gerakan 100-0- 100 atau 100% akses aman air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% akses sanitasi layak tersebut merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang tahun 2005-2025.Sampai dengan tahun 2017, cakupan layanan air minum secara nasional baru mencapai 72,04%.

Berbagai langkah percepatan perlu ditempuh, diantaranya melalui penyelenggaraan SPAM baik di perkotaan, perdesaan, dan wilayah lainnya seperti di wilayah pesisir, perbatasan, daerah terpencil, serta pulau-pulau terluar. Salah satu langkah strategis yang menjadi fokus pembangunan infrastruktur permukiman tahun ini adalah pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat, dengan sasaran strategis antara lain berupa dukungan pembangunan infrastruktur melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis masyarakat.

Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR,  memiliki program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau dikenal dengan Pamsimas. Saat ini, program Pamsimas telah memasuki tahap ketiga untuk periode tahun 2017-2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pengembangan SPAM, Direktorat Jenderal Cipta Karya, yang diwakili oleh Kepala Seksi Kelembagaan Riche Noviasari, pada saat membuka kegiatan Pelatihan Fasilitator Senior Program Pamsimas III Tahun Anggaran 2018, bekerja sama dengan Balai Teknik Air Minum, di Bekasi, Senin (17/9/18).

"Pamsimas adalah program pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi, serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat,” kata Riche.

Riche menjelaskan, bahwa sampai dengan saat ini, program Pamsimas sudah mengintervensi sekitar 23.000 desa. Pada tahun 2018 ini, terdapat 7.113 desa dalam proses pelaksanaan, dan diharapkan sampai akhir tahun 2019, akan terdapat 27.000 desa penerima manfaat program Pamsimas.

Untuk memastikan bahwa seluruh proses implementasi program di tingkat masyarakat dapat berjalan dengan baik, maka ditugaskan tenaga fasilitator di masing-masing kabupaten peserta program Pamsimas. Tugas fasilitator diantaranya melakukann proses pemberdayaan mulai dari kegiatan perencanaan, sosialisasi, pembentukan dan penguatan kelembagaan penyelenggara SPAM atau kelompok masyarakat, dan pendampingan selama masa operasional.

Pelatihan fasilitator senior program Pamsimas III ini akan berlangsung sampai dengan bulan November tahun 2018, dengan total jumlah peserta sebanyak 317 orang. Untuk gelombang I, pelatihan dilaksanakan pada tanggal 16-23 September 2018, dan diikuti oleh 60 orang fasilitator senior.

Riche berharap, melalui pelatihan fasilitator ini akan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan para fasilitator senior, sehingga dapat meningkatkan kinerja penyelenggaraan SPAM oleh kelompok masyarakat pelaksana program Pamsimas. Dengan demikian, kelompok masyarakat juga dapat berkontribusi dalam pencapaian target akses universal air minum.


PENCAPAIAN 100-0-100 MELALUI PENYEHATAN PDAM

Bekasi – Salah satu target capaian dalam program 100-0-100 adalah akses aman air minum

Bimbingan Teknis Penanganan Kehilangan Air dan Operasi dan Pemeliharaan IPA

Bekasi –  Salah satu capaian program 100-0-100 dari Direktorat

PENYEHATAN PDAM MELALUI BIMBINGAN TEKNIS

Bekasi – Salah satu komponen dalam penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Dalami Ilmu, Mahasiswa Trisakti Kunjungi Balai TAMS I

Bekasi – Rabu (01/06/2016) pagi, mahasiswa Teknik Lingkungan,

 
Untitled Document
Back To Top