Direktur KIP Tinjau Infrastruktur Bidang Cipta Karya di Kota Tarakan

Dec 30 • Berita • 331 Views • No Comments

Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Ditjen Cipta Karya, Dwityo A Soeranto bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tarakan, dan Kepala Satuan Kerja di lingkungan Ditjen Cipta Karya Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah infrastruktur di Kota Tarakan, Jumat (16/12/2016).

2

Infrastruktur yang dikunjungi diantaranya peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Kota Tarakan, drainase lingkungan kawasan Pambusiang dan Karang Anyar.

Peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan  merupakan di Kecamatan Tarakan Tengah yang memiliki karakteristik permukiman pasang surut dan permukiman di atas air laut menjadi prioritas. Kelurahan Selumit Pantai memiliki kepadatan bangunan yang terlalu tinggi dan bahan bangunan rumah yang terbuat dari kayu yang mudah terbakar, oleh sebab itu kawasan kumuh tersebut dilakukaan penataan melalui dana APBN tahun 2016 sebesar Rp. 5.139.811.000.

Setelah mengunjungi kawasan permukiman kumuh, Dwityo pun meninjau drainase lingkungan Pambusiang dan Karang Anyar. Pembangunan drainase lingkungan kawasan Karang Anyar terletak pada 2 titik lokasi perkerjaan. Dimana salah satu perkerjaan tersebut berada di lingkungan kompleks perumahan yang fungsi drainasenya masih belum maksimal, sehingga pada musim hujan terdapat genangan yang mengganggu aktifitas warga. Drainase tersebut di bangun pada tahun 2016 dengan biaya Rp. 2.374.106.000.

Dwityo mengungkapkan, bahwa konsep penanganan kumuh dari segi fisik sudah bagus pelaksanaanya. Konsep kumuh harus mengutamakan keterpaduan, yang didalamnya termasuk bidang air minum, sanitasi, dan permukiman. Penataan kawasan bukan hanya masalah  fisik yang harus ditangani tetapi juga perubahan perilaku manusia itu sendiri agar dapat menjaga lingkungannya.

“Keterpaduan dilakukan demi meningkatkan kinerja dalam penyelenggaraan kegiatan serta terwujudnya pemahaman akan arah kebijakan yang diambil pemerintah, sehingga tercipta sinergi keberlanjutan dan keseimbangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dan sebagai penguatan kapasitas institusional dalam melaksanakan program pembangunan infrastruktur permukiman di perkotaan dan perdesaan baik dalam basis regional, kabupaten/kota, kawasan maupun lingkungan yang lebih kuat dengan tingkat kinerja yang lebih baik khususnya di Provinsi Kalimantan Utara,” ujar Dwityo.(randal kaltara/ari)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

« »