Satker Randal Bali Gelar Evaluasi Akhir Tahun Pelaksanaan Kegiatan Bidang Cipta Karya TA 2016

Dec 9 • Berita • 298 Views • No Comments

Satker Randal Provinsi Bali menggelar Workshop Evaluasi Akhir Tahun Pelaksanaan Kegiatan Bidang Cipta Karya Tahun Anggaran 2016, di Kuta, Kamis(24-24/11/2016). Melalui workshop ini kita bersama-sama melakukan evaluasi dan merancang langkah-langkah dalam rangka percepatan dalam pencapaian realisasi sampai akhir tahun 2016.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali yang di wakili oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali I Nyoman Sumerta.

Sumerta mengungkapkan, progres kegiatan Bidang Cipta Karya (reguler) sampai dengan 21 November 2016 sesuai denganlaporan e-Monitoring adalah realisasi Fisik 76,18% lebih kecil dari target rencana 90,04%; dan realisasi Keuangan 68,37%lebih kecil dari target rencana 82,54%. Dibandingkan dengan realisasi tahun anggaran 2015 pada periode yang sama, realisasi tahun ini sedikit lebih baik, dimana progress tahun 2015  adalah realisasi Fisik 73,96% lebih kecil dari target rencana 95,41%; dan realisasi Keuangan 64,25% lebih kecil dari target rencana 94,18%. Sedangkan untuk kegiatan DAK, dalam penyampaian laporan secara online e-Monitoring belum berjalan sesuai harapan, baik dari kontinuitas dan kedisiplinan pelaporan maupun kesiapan petugasnya sehingga data laporan online menjadi tidak valid. Hal ini menjadi catatan bagi pimpinan instansi terkait untuk lebih serius melaksanakannya.

Adapun kesimpulan yang bisa dirangkum dari kegiatan ini meliputi, pelaksanaan kegiatan Bidang Cipta Karya tahun 2016 dengan sumber dana APBN harus segera melakukan upaya-upaya percepatan pelaksanaan fisik maupun penyerapan keuangan disisa waktu yang ada dengan tetap mempertahankan kualitas pekerjaan dan memperhatikan tertib administrasi, dan diperlukan komitmen dalam merealisasikan rencana lelang dini yang sudah dilaporkan ke Ditjen Cipta Karya guna mendorong percepatan pelaksanaan program/kegiatan TA. 2017.

“Semua usulan program/kegiatan Bidang Cipta Karya harus disusun berdasarkan RPIJM dan diinput ke dalam Aplikasi SIPPA untuk dimasukan ke dalam Aplikasi SIPRO oleh masing-masing Satker Sektor di Provinsi Bali sebagai bahan Konreg usulan program/kegiatan tahun 2018, semua program/kegiatan Bidang Cipta Karya Provinsi Bali TA. 2017 dan seterusnya tidak akan terealisasi apabila tidak terdapat dalam Aplikasi SIPPA, diperlukan kesiapan dan dukungan pemerintah daerah dalam menerima hibah BMN untuk menentukan keberhasilan pada akhir program (KSM berbadan hukum yang nantinya akan mengelola infrastruktur terbangun sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2014), ketaatan pelaporan DAK menjadi point penting dalam pencairan DAK dan dalam penentuan nilai DAK,” tutur Sumerta.

Lanjut Sumerta berikutnya, proses pelelangan kegiatan DAK dilakukan di awal tahun untuk mengantisipasi terjadinya gagal lelang, dan pemerintah kabupaten/kota harus sudah mulai mendorong upaya sumber pendanaan di luar APBN dan APBD dimana salah satu kemungkinannya adalah dengan menjalin kemitraan terkait dana CSR untuk percepatan pembangunan infrastruktur Kecipta karyaan dalam mencapai target 100-0-100. (RandalBali/ari)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

« »